Senin, 31 Agustus 2015

KUE BULAN (月餅)
Tradisi China Kue Bulan
Kue bulan (Hanzi:月餅, pinyin: yuèbǐng) adalah penganan tradisional Tionghoa yang
Tradisi China menjadi sajian wajib pada perayaan Festival Musim Gugur (Moon Cake/ Kue Terang Bulan) setiap tahunnya. Di Indonesia, kue bulan biasanya dikenal dalam dialek Hokkian-nya, gwee pia atau Tiong Chiu Pia.
Kue bulan tradisional pada dasarnya berbentuk bulat, melambangkan kebulatan dan keutuhan. Namun seiring perkembangan zaman, bentuk-bentuk lainnya muncul menambah variasi dalam komersialisasi kue bulan.
SEJARAH KUE BULAN
Kue bulan bermula dari penganan sesajian pada persembahan dan penghormatan pada leluhur di musim gugur, yang biasanya merupakan masa panen dianggap penting dalam kebudayaan Tionghoa yang berbasis agrikultural.
Tradisi China
Tradisi China Kue Bulan

Perkembangan zaman menjadikan kue bulan berevolusi dari sesajian khusus pertengahan musim gugur kepada penganan dan hadiah, namun tetap terkait pada perayaan festival musim gugur.
Beberapa legenda mengemukakan bahwa kue bulan berasal dari Dinasti Ming, yang dikaitkan
dengan pemberontakan heroik  Zhu Yuanzhang memimpin para petani Han melawan pemerintah
Mongol.  Selama dinasti Yuan (A.D. 1280-1368) China dipimpin oleh orang Mongolia. Para pemimpin sebelumnya dari dinasti Sung (A.D. 960-1280) sangat tidak bahagia dibawah pimpinan suku Mongolia dan merencanakan pemberontakan. Mereka tahu festival kue bulan sudah dekat, jadi mereka memesan kue khusus dengan memasukkan berita penyerangan ke dalam isi kue tsb.
Pada malam festival kue bulan, para pemberontak berhasil menyerang dan menjatuhan pemerintah Mongolia sehingga mereka mendirikan dinasi Ming (A.D. 1368-1644). Hingga sekarang kue bulan dimakan untuk memperingati kisah sejarah tsb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar