Senin, 24 Agustus 2015

CENG BENG / SEMBAHYANG REBUTAN 

Hasil gambar untuk SEMBAHYANG REBUTAN
Cerita mengenai awal mula Sembahyang Rebutan atau Festival Hantu ini ada banyak versi. Umumnya yang kita ketahui adalah versi yang berasal dari pengaruh Budhisme. Namun, terdapat versi Tao juga. Versinya adalah sebagai berikut : Pada tanggal 15 bulan 7 imlek biasanya dipakai oleh pemerintahan kerajaan pada zaman dahulu untuk melaksanakan eksekusi bagi semua tahanan hukuman mati.
Acara kesekusi ini berlaku serentak di seluruh negeri. Jadi, pada saat itu (tanggal 15 bulan 7 imlek) tersebut dirasakan bermacam-macam oleh seluruh masyarakat. Namun yang paling terasa adalah bagi keluarga-keluarga terpidana, itu adalah hari yang sangat menyedihkan. Sementara bagi banyak masyarakat, hari itu dirasakan sebagai hari yang cukup mencekam; dimana banyak keluarga yang menangisi anggota keluarganya yang akan di eksekusi mati.
Mereka biasa “mengantar” arwah kerabatnya tersebut dengan memasang altar, memberikan sesaji, dan sebagainya. Karena hari eksekusi tersebut berlaku serentak diseluruh negeri, suasananya menjadi memang sangat mencekam dan tentu penuh dengan suasana mistis. Arwah-arwah yang serentak tercabut tersebut, berubah menjadi arwah gentayangan yang makin menimbulkan suasana yang mengerikan.
Sebagian keluarga lainnya yang tidak mengalami adanya anggota keluarga yang di eksekusi, karena rasa ngeri dan takut, jadi ikut-ikutan memasang sesaji dengan harapan agar arwah-arwah gentayangan tersebut tidak mengganggu anggota keluarga mereka. Akhirnya, lama kelamaan Chi Gwee Cap Go tersebut menjadi tradisi untuk sembahyang bagi para arwah gentayangan tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar